5 Tahun, kekuasaan bupati berkuasa. Apakah sudah terbukti slogannya Matoh? ayo kita kaji satu persatu. Pertama pengen dalan alus TOTO! setelah jadi Bupati menempatkan pembangunan Infrastruktur jalan raya dilaksanakan diawal. Kuakui di tahun pertama ada pembangunan jalan raya besar-besaran diseluruh wilayah Kabupaten ini. Mungkin pekerjaannya buru-buru ingin lekas selesai atau ingin dikatakan konsekwen terhadap janji tapi semua tidak memperhitungkan bestek bangunan dan kualitas bahan material untuk membangun jalan. Alhasil sebenarnya minimal jalan baru itu ada tanda-tanda minta rehap minimal 3 Tahun, namun jalan-2 yang baru dibangun hanya 3 Bulan sudah remuk kembali.
Kedua, pengen pertanianine apik TOTO, namun alhasil petani-petani di Kabupaten Bojonegoro tarap kesejahtraannya tidak bergerak maju malah semakin mundur (gak ada perhatian dari Bupati secara maksimal terhadap dunia pertanian). Petani hancur gara gara harga pupuk dikala proses produksi lebih mahal dibanding harga gabah, blm lagi ketelatan pupuk bersubdi yang sering kalit telat membuat para petani menjadi kelabaan mencari pupuk pada musim pemupukan, seharusnya dinas pertanian harus turun tangan bersama PT. Petro Kimia Gersik, banyaknya penyakit wereng menyerang sehingga petani gagal panen, banyaknya musibah alam (banjir) tiap tahun.
Ketiga, pengen pendidikannya maju yo di TOTO, untuk membuat gebrakan memajukan pendidikan maka diadakanlah Pakta Kejujuran namun hasilnya malah banyak yang tidak jujur yang paling akhir malah ada mafia UAS BN setingkat SMP. selain itu banyak dibangun gedung perpustakaan dengan janji akan dilengkapi mebeler (Meja-kursi-almari) buku-buku maupun IT namun sampai menjelang akhir tahun 2013 ini jangankan mabeler maupun Buku/IT gedung aja hanya selesai 60% bahkan ada rekan yang ikut membangun katanya para pemborongnya rugi karna uangnya sulit cair.
Keempat, waktu kampanye 2012 dulu bertanya berjanji andaikata jadi Bupati maka pada tahun 2013 nanti akan diberi tunjangan Lauk pauk/Mamin buat semua PNS Pemda seperti aturan pusat. ternyata PNS bojonegoro harus selalu gigit jari karena PNS Kabupate Blora sejak 2007 sampai sekarang (2013) mendapat kucuran tunjangan lauk pauk yang digantikan istilah TPP dengan perbulan Rp.230 ribu. Namun Bojonegoro sampai sekarang gak pernah ada.
Kelima, janji Politik yang jelas jelas dulu merangsang rakyat untuk memilih Panjenenganipun dengan yakinnya berjanji “MEMBUAT BOJONEGORO LEBIH MAJU” namun sampai tahun ke 4 ini belum ada tanda Bojonegoro melebihi Lamongan, andaikata ada itu hanya kebetulan di sektor APBD yang mana udah melebihi Lamongan gara-gara dapat uang ciblok dari pembagian minyak. andaikata tidak ada sumber minyak di Bojonegoro gak mungkin APBD 2012 bisa melebihi lamongan, itu aja gak terlalu banyak.
Lamongan tanpa didukung sektor migas mampu melakukan pembangunan begitu dasyat dan tarap hidup masyarakatnya melebihi Bojonegoro. kelanjutannya tergantung masyarakat Bojonegoro akankah akan diberi kepercayaan atau tidak? dulu aja gembor-gembor ada bukti (tertulis di baleho, di stiker, hampir setiap jalan ada foto Bupati dan Wakil Bupati) gak terbukti apalagi sekarang gak ada yang ditulis? hanya Allah yang Maha Tahu atas semua yang tersimpan rapat dalam hati anak-cucu adam.
4 thoughts on “Patutkah Bojonegoro Di Bilang Matoh”